Rabu, 05 April 2017

Resume "VERTEBRATA"

Disusun oleh : 1. Ai Sri Heni 
                        2. Dena Meida 
                        3. Dewi Mayang Salshabylla 
Mata Kuliah : Konsep Dasar IPA 1 (Biologi)
Kelompok      : 10
Kelas             : II/A PGMI
Resume          : vertebrata
 


VERTEBRATA
Vertebrata berasal dari kata vertebrae yang artinya “tulang belakang”. Jadi semua, anggota vertebrata merupakan salah satu subfilum dari chordate yang memiliki tengkorak.
Ciri-ciri vertebrata :
1.      Memiliki tulang belakang, struktur tubuh, dan organ tubuh yang lebih kompleks, dua pasang rahang, sepasang mata, dan sepasang telinga.
2.      Rangka terdapat di dalam tubuh (endoskeleton)
3.      Memiliki penutup tubuh yang bermacam-macam ( sisik, bulu, dan rambut)
4.      Mempunyai anggota gerak, kepala, leher, badan dan ekor, kecuali golongan ikan tidak mempunyai leher dan golongan katak tidak mempunyai ekor
5.      Peredaran darahnya merupakan peredaran darah tertutup
6.      Suhu tubuhnya ada yang poikiloterm da nada yang homoioterm.
7.      Reproduksi secara seksual. Alat kelamin terpisah. Fertilisasi internal atau eksternal, ovipar, ovovivipar, dan vivipara
8.      System saraf pusat berupa otak dan sumsum tulang belakang
9.      Ditemukan diperairan maupun daratan

Berikut merupakan tabel perbedaan dari kelas-kelas vertebrata
No
Hal Pembeda
Agnatha
Kondrochtyes
Osteocthyes
Amphibi
Reptilia
Aves
Mamalia
1
Jumlah ruang jantung
1 bilik
2 (1 bilik, 1 serambi)
2 (1 bilik, 1 serambi)
3 (1 bilik, 2 serambi)
4 (2 bilik, 2 serambi) dengan sekat tak sempurna
4 dengan sekat sempurna
4 dengan sekat sempurna
2
Suhu
Poikiloterm
Poikiloterm
Poikiloterm
Poikiloterm
Poikiloterm
Homoiotherm
Homoiotherm
3
Sirkulasi darah
Tunggal
Tunggal
Tunggal
Ganda
ganda
Ganda
Ganda
4
Tempat fertilisasi
Eksternal
Eksternal
Eksternal
Eksternal
Internal
Internal
Internal
5
Kemampuan mengasuh anak
-
-
-
Umumnya tidak ada
Umumnya tidak ada
Ada
Ada
6
Bagian otak yang paling berkembang
Otak kecil
Otak kecil (keseimbangan)
Otak kecil
Otak tengah lobus opticus
Otak besar bagian olfaktorius
Otak kecil
Otak besar, otak kecil
7
Cara mendapatkan makanan untuk anak
Langsung dari lingkungan
Dari lingkungan
Dari lingkungan
-
Kuning telur
Kuning telur
Plasenta
8
Alat gerak
Sirip tak berpasangan
Sirip berpasangan
Sirip berpasangan
4 kaki, tanpa kaki
4 kaki
2 kaki, 2 sayap
2 kaki, 2 tangan
9
Alat respirasi
Insang
Insang tanpa operculum
Insang dengan operculum
Kulit, paru-patu, insang (larva)
Paru-paru
Peru-paru dilengkapi pundi-pundi hawa
Paru-paru
10
Cara berkembang biak
Ovipar (telur berlendir)
Ovipar
Ovipas
Ovipar
Ovipar, ovovivipar (cangkang telur dari zat kapur
Ovipar
Vivipara
11
Permukaan tubuh
Tidak bersisik
Bersisik tipe ganoid dan blakoid
Bersisik tipe stenoid dan sikloid
Kulit licin, tak ditemukan sisik
Kulit kering, bersisik dari tanduk
Berbulu





NB : Poikiloterm : hewan berdarah dingin
        Homoiotherm : hewan berdarah panas



Jumat, 06 Januari 2017

HEAL ME

           Aku Nana aku memiliki hidup yang sempurna dengan keluarga kecilku, tapi semua berubah saat kedua orang tuaku memutuskan untuk berpisah…
Yaaa seperti kita ketahui.. kebanyakan anak yang menjadi korbannya.. tapi itu tidak menjadi masalah buatku yang menjadi masalah adalah orang itu…
      dia adalah An…….
Malam itu dia datang… datang dengan sejuta ambisi ingin membunuhku..
Oh ya? Bagaimana aku tau dia ingin membunuhku?!
Aku tau karena mata itu, ya mata itu menatapku dengan sangat menyeramkan….
“Oh Tuhan aku lebih baik menjadi gila dari pada harus bertemu dengan dia”
 An mengajakku untuk pergi bersamanya, dia menggenggam seluruh pergelangan tanganku. Aku menjerit tapi dia hanya menatapku dan tersenyum. Dia memaksaku masuk ke mobilnya.. malam itu sangat gelap aku hanya melihat bentuk mobil CR-V berwarna hitam.
Sepanjang jalan aku berpikir…. mau dibawa kemana aku? dia akan berbuat apa kepadaku?.
Dan sampailah di suatu tempat dia memaksaku untuk turun dari mobil sambil menodongkan sebuah pisau, aku lihat-lihat itu seperti pisau bedah yang selalu di pakai di Rumah Sakit.
Aku melihat sekeliling hanya ada pohon, suara-suara burung..
Aku tidak yakin itu dimana tetapi melihat sekelilingnya membuatku ingin teriak!!!!
 “Gelap sekali” pikirku.
 Semakin lama semakin banyak pertanyaan yang ada dipikiranku, “dia akan melakukan apa?”. Dia menuntun ku untuk masuk ke sebuah Rumah lalu ke sebuah ruangan, ruangan itu sangat menyeramkan
tidak ada pencahayaan sama sekali, sehingga aku harus mengikuti satu-satunya cahaya senter yang dibawa oleh An.
Ketika di bukanya pintu ruangan itu oleh An, aku sangat terkejut, aku melihat orang yang tidak asing di kehidupanku.
 dan dia adalah ayahku
”ayahhhhhhh!!!!!!”.Aku menjerit dan menangis se jadi-jadinya.
 Aku tak tau apa yang terjadi dengan Ayahku apa dia koma atau bagaimana tapi aku lihat dia sangat tak berdaya, “Apa yang terjadi dengan ayahku? Jawab aku An, apa yang kamu lakukan kepadanya”
Sontak An menjawab, “berisik sekali kamu Nana?? Kamu jangan belaga kaget! Taukah kamu ayahmu seperti ini karena apa? Ini semua karena perbuatanmu anak bodoh!”
Aku terkejut dan aku tidak mengerti apa yang dia katakan, “hahaha pantas saja kamu tidak ingat karena kamu telah hilang ingatan! Oke sekarang akan saya bantu ingatkan kembali, ayahmu seperti ini karena perlakuan mu sendiri dan kamu harus membayarnya!!”
Dia terus berbicara dan aku semakin tidak mengerti apa yang dia katakan, “kamu rela melihat ayahmu seperti ini? Kamu ingin melihat ayahmu seperti ini? Kalau tidak, cepat donorkan hatimu”
 aku tidak tau harus seperti apa ketika dia berbicara seperti itu , tetapi aku yakin aku tidak bersalah. aku memang hilang ingatan tetapi aku yakin aku tidak akan pernah menyakiti ayahku sendiri.
Aku berkata kepada An ,”An aku yakin aku tidak melakukan apapun, aku yakin aku tidak akan menyakiti ayahku sendiri walaupun aku hilang ingatan aku bukan orang psycho sampai harus menyakiti ayahku” An hanya tersenyum sinis mendengar perkataanku.
Lalu dia berkata, “jelas kamu tidak merasa bersalah karena kamu tidak ingat,bodoh! sudah jangan banyak bicara!! Jika kamu merasa bingung, aku akan membantumu untuk mengambil keputusan!”
An lalu menyuruh ferry untuk mengambil obat bius, dan ketika obat bius itu sudah berada di tangan An. An langsung menyuntikkannya kepadaku.
 Tetapi aku berusaha untuk menghempas obat itu. Dan akhirnya obat bius itu jatuh
 An langsung menamparku dan berkata, “sialan! Anak bodoh kamu”
         Akhirnya dia mengambil kembali suntikan itu.
Aku berusaha mencari cara untuk melarikan diri.
Akhirnya aku memukul kepalanya dengan sebuah kursi yang ada disampingku.
    Aku berhasil untuk melarikan diri tetapi An menyuruh seseorang untuk mengejarku dia adalah Ferry, dan dia adalah sepupuku.
“Cepat tangkap anak itu ferry!! jika dia melawan. Bunuh saja dia” mendengar perkataan itu aku semakin takut dan berlari semakin kencang lagi untuk menjauhkan jangkauanku dari ferry.
        Ketika sampai di suatu ruangan, “sial” ruangan itu tidak ada jalan dan hanya ada sebuah jendela. Aku lihat ferry sudah semakin mendekat
“ferry hentikan kamu bukan sosok seperti ayahmu, kamu itu saudaraku fer”
Ferry hanya tersenyum sinis mendengar perkataanku
Aku tau ini tidak akan berhasil
akhirnya aku tidak punya pilihan lain sehingga aku melompati jendela itu. Sial lagi aku dapatkan kaki ku tergores oleh paku yang ada disana
aku merasa daerah kakiku sakit sekali…… dan benar  saja darahku mengalir begitu deras tapi aku tak ada waktu untuk mengobati luka itu.
 aku harus bisa keluar dari tempat ini dan lari sejauh mungkin apapun caranya
       Sesekali aku melihat ke belakang, “Sial ! Ferry masih saja berusaha mengejarku” dengan jalan pincang aku berusaha untuk terus berlari.
Di depan aku melihat jalanan
dan aku berusaha meminta tumpangan kepada pengendara mobil, “pak tolong bantu saya ada orang yang mengejar  saya”
bapak itu terkejut melihatku dan dia langsung membantuku untuk masuk ke mobilnya dia memacukan gas mobilnya dengan sangat cepat.
 Dalam perjalanan dia bertanya ,” ada apa nak? Kenapa kamu bisa sampai dikejar seperti itu?” aku menjawab sambil meneteskan air mata, “ada seorang yang ingin sekali membunuh saya, dan dia adalah paman saya sendiri”.
bapak itu hanya diam mendengar penjelasanku, lalu dia melirik kearah kaki ku yang terluka, “oke bagaimana kalau sekarang kamu ke rumah saya, lalu kamu bertemu dengan anak saya, kebetulan dia adalah seorang dokter. Sehingga dia bisa mengobati luka di kaki mu itu”
 aku merasa itu adalah hal yang merepotkan jadi aku hanya berkata ,”tidak perlu pak terima kasih, itu sangat merepotkan. saya bisa mengobati luka saya sendiri” bapak itu berkata lagi, “tidak. Kamu harus mengikuti perintah saya”
karena tidak ada pilihan ,akhirnya aku mengangguk dengan isyarat setuju kalau aku akan ke rumahnya…………
aku membuka kaca mobil terdengar adanya hembusan angin yang sangat kencang dan beberapa pohon yang melambai-lambai aku melihat suasana sekarang kejam sekali, karena begitu indahnya dan tidak melihat aku yang sedang terkena musibah.. dalam hatiku berharap kalau semua ini akan berakhir.
Aku pun berpikir terus, mengapa Pamanku sendiri tega melakukan itu kepadaku? mengapa dia ingin sekali membunuhku? Apa salahku sehingga dia mempunyai dendam begitu besar?.
tiba-tiba kepalaku sangat sakit. Rasanya kepalaku telah terbakar, semua pandangan menjadi kabur. “ Arghhh…. apa yang terjadi mengapa kepalaku pusing sekali”.
 Tidak lama kemudian aku sampai di rumah bapak itu, dia membantuku untuk turun dari mobil lalu berteriak, “Roni, Roni!!” terlihat seorang pria mengenakan jas putih dengan cepat menuruni tangga, “Astaga!! Apa yang terjadi dengan dia?” bapak itu berkata ,”sudah jangan banyak Tanya! Cepat kamu tolong dia”
Roni akhirnya segera menolongku dan mengobati luka di kaki ku. dia berkata,”Aku harus menjahit luka mu, jika kamu merasakan sakit cobalah untuk di tahan” aku hanya mengangguk
aku lihat Roni sangat iba dengan keadaanku yang merintih kesakitan
Setelah selesai mengobati lukanya dia mengantarku untuk istirahat di salah satu kamar di rumah itu.
“Akhirnya aku bisa istirahat” pikirku
Aku mengucapkan terima kasih kepadanya, dan dia membalasnya dengan senyuman sambil keluar dari kamar itu.
Aku merasa hari ini sangat berat.
 sambil berbaring sambil terpikirkan olehku kejadian hari ini dan tidak terasa aku pun mulai tertidur
Keesokan harinya, aku terbangun dan aku keluar dari kamar itu
 Aku melihat Roni mempersiapkan beberapa makanan, aku datang menghampirinya,” sini biarku bantu” Roni tersenyum lalu menjawab,”sudah tidak perlu.. kamu istirahat saja aku yang akan mempersiapkan semuanya”.
aku berkata kembali ,” oke lah.. oh ya yang kemarin itu ayahmu? sekarang dia kemana ya? Aku tidak lihat? Aku ingin mengucapkan terima kasih kepadanya”
 Roni memberhentikan kegiatannya lalu menatapku,”iyah dia ayahku, dia sudah pergi bekerja kalau tidak salah sekarang dia ada urusan untuk pergi ke China. Bagaiman keadaanmu? Sudah membaik?”
 dengan senyuman manis aku menjawab, “hmmm.. keadaanku sudah membaik, ini semua berkat pertolonganmu.. oh iyah terima kasih atas bantuan mu semalam”
lagi dan lagi dia hanya tersenyum.
Dan saat itu aku ber janji suatu saat aku akan membalas jasanya kepadaku.
  Tiba-tiba dia bertanya,”dimana rumahmu? Aku akan antar kebetulan hari ini aku dapat cuti dari Rumah Sakit” aku mengalihkan pandanganku,”aku tinggal di taman sari”
dia lalu berkata lagi,”oh kalau gitu sehabis ini aku antar ke rumahmu, hmm kalau orang tua mu kemana?” mendengar itu aku langsung diam menatapnya kembali seraya berkata,”ayahku telah koma beberapa tahun ini, ibuku dia seorang duta besar dan dia sekarang berada di Jepang”
mendengar itu dia meminta maaf kepadaku aku melihat dari wajahnya ada bentuk penyesalan.
Dan Aku hanya diam mendengarnya.
,”Yasudah kita makan dulu , kalau sudah selesai, kamu bersiap-siap aku sudah menyiapkan beberapa peralatan untuk kamu membersihkan diri”
“terima kasih Ron” ucapku
Akhirnya setelah selesai makan aku bersiap-siap untuk pulang ke rumah
Roni akhirnya mengantarku untuk pulang
 Dan ketika berada di jalan aku melihat mobil An yang dipakai untuk menculikku waktu itu. Iyah tidak salah lagi mobil CR-V berwarna hitam .
Sontak aku berkata pada Roni, “Roni tolong putar balik mobilnya!” melihat aku sangat gelisah tanpa pikir panjang Roni memutar mobilnya, “kenapa?” aku menjawab, “disana ada orang jahat dia pamanku namanya An, dia ingin membunuhku dan dia ingin mengambil hatiku” Roni langsung terkejut dan memacu mobilnya dengan sangat cepat.
Sesampainya dirumah, Roni berkata,”untuk sementara waktu kamu disini saja dulu sampai keadaan aman”
 ketika itu aku tidak dapat membendung air mata, dan akhirnya aku menangis dihadapannya dia menenangkanku lalu berkata kalau semuanya akan baik-baik saja dan dia juga berjanji untuk menjagaku.
Tiba-tiba dia berkata,”kenapa kamu tidak telepon mamahmu saja?”
mendengar itu aku tersenyum sinis,” utuk apa? Untuk apa aku menelepon dia? dia tak akan peduli, dia disana sudah menikah lagi dengan pria Jepang dia sudah memiliki kehidupan baru, dia sama sekali tidak ingat kepadaku.. yang bisa dia lakukan hanya mengirim uang tapi tidak dengan mengirim kasih sayang, cinta dan perhatian”
dia diam mendengar jawabanku lalu pergi mengambil segelas air dan lagi-lagi dia terus berkata ,”semua akan baik-baik saja”
aku tidak yakin yang dia katakan, apa benar semua akan baik-baik saja
Seketika kepalaku kembali sakit “Argghh ini saat yang tidak tepat untuk sakit kepala” tapi tunggu…
Aku melihat ada bayangan… ya bayangan itu seperti sungai dan tiba-tiba aku terjatuh ke dalamnya. Semakin aku paksakan semakin kabur bayangan itu…
Ahh apa aku mulai berhalusinasi lagi, pikirku
melihat aku kesakitan Roni sangat panik dan tiba tiba aku tidak sadarkan diri…
ketika aku membuka mata, aku melihat dia disampingku.. dia langsung bertanya,”apa kamu mengalami hilang ingatan?”. Aku hanya mengangguk karena rasanya sulit sekali tubuhku ini untuk di gerakkan
Dengan segera dia menuntunku masuk ke mobil
 dia memacu mobilnya dengan sangat kencang dan sampailah di sebuah Rumah Sakit.
Aku dengar dia berteriak,”suster tolong bantu, suster!!!” akhirnya aku dibawa masuk ke sebuah ruangan, saat itu kepalaku semakin sakit dan aku mulai tidak sadarkan diri lagi.
Aku mulai membuka mataku, dan aku melihat Roni sedang berbicara dengan dokter,”terima kasih pak atas bantuannya” dokter itu menjawab,” ah kamu kaya ke siapa aja ron” lalu dokter itu pergi
Roni berjalan ke arahku.
Aku bertanya , “apa yang terjadi?” Roni menjawab,”tidak apa-apa kamu hanya terlalu banyak pikiran, sebaiknya untuk saat ini kamu istirahatlah dengan baik”.
Beberapa hari berlalu, akhirnya aku keluar dari Rumah Sakit itu dan Roni mengantarku kembali kerumahnya dengan alasan aku masih butuh penjagaan seorang dokter.
Saat berada di jalan aku teringat sesuatu,”Na tolong bantu Ayah untuk menjaga dokumen yang ada di laci lemari, ayah hanya percaya padamu”
Dengan cepat aku berkata pada Roni,”Roni turunkan aku” dia tidak setuju dan dia malah memacu mobilnya lebih keras lagi. ,”tolong Roni turunkan aku, ada hal yang harus aku selesaikan.. aku mohon.. kamu telah banyak membantuku” akhirnya dengan terpaksa dia menurunkanku di tengah jalan
Aku ingat jalan ini tidak jauh dari rumahku, akhirnya aku berlari.
 aku tidak yakin dengan apa yang aku lakukan ini karena aku hanya mempunyai modal nekat dan keberanian
aku lihat di depan rumahku aman, tidak ada roni maupun ferry disana
dengan cepat aku masuk ke rumah dan ketika aku menemukan dokumennya. aku melihat An sedang duduk di pinggir pintu kamar ,”hebat nana kamu hebat sekali! Kamu pikir kamu bisa lari dariku?”.
 aku menjerit tetapi dia langsung menyuruh Ferry untuk mengikatku dan menutup mulutku
Tiba-tiba dia menamparku ,”kamu pikir aku bodoh nana? Semudah itu kamu lari dariku? HAHAHA”
 lalu dia menggoreskan selembar kertas yang sangat tajam ke bekas luka ketika aku jatuh
Aku menangis merintih kesakitan, An menghapus air mataku dan berkata ,”anak bodoh, kamu tidak perlu nangis.karena ini masih awal jika awal saja kamu sudah menangis sungguh ini sangat tidak menarik lagi Hahaha”
aku menggeram marah dan aku menjauhkan wajahku dari tangan menjijikan itu
Tiba-tiba aku mendengar sirine polisi datang
An terkejut ,”ahh sial anak ini!!Nana kamu memanggil polisi?!” An dan Ferry lekas pergi dengan terburu-buru lalu meninggalkanku melewati pintu belakang,
Ketika dia sedang berlari, polisi itu menembak kaki An dan kaki Ferry.
Kedatangan polisi itu beriringan dengan datangnya Roni
Dengan cepat dia melangkahkan kakinya ke arahku, “maaf karena sudah terlambat”
aku hanya menangis di hadapannya, dia langsung memelukku.
seketika aku merasa kepalaku sakit sekali , lalu dalam kesakitan itu aku mulai tidak sadarkan diri lagi dan lagi
tetapi bayangan itu muncul kembali!
Ya bayangan jatuhnya aku ke sungai..
 bayangan itu sudah lebih jelas
 aku melihat sebuah tangan, tangan yang tidak asing
aku juga melihat sebuah cincin , iya itu adalah cincin yang sama yang dipakai oleh An. Semakin dalam aku melihat semakin tergambarkan tangan dan cincin itu.
Dan Tiba-tiba Aku terbangun dengan nafas yang sangat sesak!
Aku melihat sekeliling ada infus di sampingku dan juga aku melihat ada Roni disana,”kamu kenapa?” Tanya Roni
,”aku ingat Ron aku ingat siapa yang telah mendorongku jatuh ke sungai” ucapku
,”memang siapa yang telah menjatuhkanmu?” Roni menegaskan suaranya,
dengan pasti aku menjawab ,”dia adalah An aku sangat yakin dia adalah An” dengan cepat Roni membawa jaketnya dan pergi, aku tidak yakin apa yang akan dia lakukan tapi semoga dia tidak melakukan hal yang buruk.
Tidak lama Roni pergi, aku melihat mamahku.
Aku tidak yakin kalau itu memang dia, karena memang akhir-akhir ini aku telah banyak berhalusinasi
Tetapi akhirnya bayangan itu semakin mendekat dan semakin mendekat
lalu berkata ,”maafkan mamah na, mamah gagal menjadi mamah yang baik buat kamu” aku hanya meneteskan air mata dan diam ,”ini mamah na, mamah sangat merindukanmu”
aku menangis lagi aku rasa air mata ini tidak akan berhenti, dan aku melihat mamahku juga menangis
”mamah kenapa sih jahat ke nana? Nana salah apa sama mamah? Kenapa mamah ninggalin nana gitu aja? mamah gak tau?! om An hampir saja membunuh nana, mamah sangat terlambat”
dia langsung menjawab, “mamah memang salah karena telah menelantarkan anak mamah yang paling cantik. mamah tau mamah tidak pantas dimaafkan tapi tolong biarkan mamah merawatmu na dan belajar menjadi mamah yang baik buat kamu!”
aku tidak yakin apa yang mamahku ucapkan, aku bertanya lagi  ,”tapi bagimana suami mamah disana?” 
 “ mamah sudah meninggalkannya karena dia tidak bisa menerimamu, mamah lebih baik kehilangan dia daripada harus kehilangan putri mamah yang paling mamah sayangi maafkan mamah karena mamah baru sadara saat ini”
aku tidak bisa banyak berkata aku langsung memeluk mamahku dan dia langsung mencium keningku, “mulai saat ini apapun yang terjadi kita akan selalu bersama-sama, mamah akan sellau di sampingmu na”
 tidak lama kemudian aku melihat Roni datang ,”dari mana saja kamu ron?” ucapku, dia hanya menjawab ,”aku telah membalas perbuatan An untukmu”
aku hanya tersenyum mendengarnya dan ibuku berkata ,”berterima kasihlah kamu kepada Roni, karena dia yang telah memberitahu mamah bagaimana keadaanmu” aku langsung berkata,”oh gitu? Wah terima kasih ya.. tapi gimana caranya kamu kasih tau mamahku? Dan juga kamu ko bisa ada disana sih pas kemarin?”
 Dia menjawab ,”aku khawatir sama kamu jadi aku diam-diam mengikutimu, dan aku mendengar kamu berteriak, aku tau ada yang tidak beres tapi aku juga tidak bisa masuk sendirian jadi aku telepon polisi” lanjutnya ,”hmm kalau soal ibumu karena kamu buru-buru turun dari mobil saat itu kamu meninggalkan hp mu di mobil jadi aku mencari nomor keluargamu dan akhirnya ada nomor ibumu”
 ”wah kamu hebat juga” ucapku.
dia lalu tersenyum,”yaudah aku pamit dulu ya bu, Na ada pasien yang harus aku pantau sebentar”.
Beberapa saat kemudian aku melihat di berita telah ada penangkapan penjualan organ manusia
aku melihat tersangkanya sangat tidak asing bagiku.
lantas aku bertanya pada mamahku ,”mah apa yang di tangkap itu An? Itu wajahnya sepertinya mirip” dan mamahku menjawab, “iyah dia itu An dan dia juga akan di hukum atas tindak pidana percobaan pembunuhan kepadamu” ,”dari mana polisi mendapatkan buktinya?” ucapku.
 ibu langsung menjawab ,”itu dokumen yang ada di rumah waktu kemarin kamu di sekap. Merupakan bukti tentang kejahatannya”
 aku terkejut, dan teringat ,”Bu ayah mana? Aku lihat ayah koma di sebuah rumah”
 ibu langsung menatapku dan meneteskan air mata,”maaf na, ayahmu telah tiada. An telah mengambil organ hatinya”
pandanganku kabur seketika aku menangis sejadi-jadinya.. ini semua hanya mimpi kan???!!!! ,”tidak mungkin bu terakhir kali aku lihat ayah masih koma, lagian ayah sudah berjanji tidak akan meninggalkanku” aku menangis terus aku tidak habis pikir kepadanya
Aku rasa aku ingin meledakan An saat itu juga..
Mamahku berkata ”maafkan mamah karena telah meninggalkan kalian, mamah sangat menyesal, maafkan mamah juga karena mamah kamu mempunyai paman seperti An”
”bukan mah ini bukan salah mamah, jelas ini salah pria jahat itu… mah aku ingin pergi ke makam ayah”
 tiba-tiba Roni datang ,”aku antar” aku menatapnya,”terima kasih Ron aku sudah sangat merepotkanmu terima kasih telah membantuku” roni menjawab,” apa saja demi cinta pertama”
 “hah apa maksudnya itu?”.pikirku
 Dia melihatku dan memandangi mimik mukaku yang penuh dengan tanda tanya.
dia meneruskan perkataannya ,”apa kamu tidak pernah bertanya-tanya mengapa aku tidak pernah menanyakan  namamu? karena aku sudah tau namamu adalah Nana Putri kan? Kamu adalah Nana cinta pertamaku. Aku mengetahui kamu sudah sejak lama, dan aku juga menyukai kamu sejak lama, tetapi aku tidak mau mengakuinya karena aku sangat malu kamu akan menolak. dan juga, setiap aku ingin menyatakan perasaanku selalu ada orang lain yang mendahului, jadi aku selalu kalah saing”
aku tersenyum mendengar ceritanya.. tidak ku sangka Roni sudah menyukaiku sejak dulu.
sambil berjalan dia meneruskan perkataanya lagi ,” ini pemakaman ayahmu”
 melihat batu nisan nama ayahku aku langsung berharap kalau ini semua hanya mimpi, aku harap kalau ini semua tidak pernah terjadi, aku harap ayahku masih disini tersenyum kepadaku tapi apa? Ini sangat mustahil!
sekarang aku hanya bisa berkata. ,”yah maafin nana karena belum bisa jadi anak yang baik buat ayah, nana sayang sekali sama ayah, nana harap ayah tenang disana dan Allah akan selalu menjaga ayah, Nana akan selalu berdoa untuk ayah”
 tiba-tiba Roni berkata ,”Om roni akan selalu menjaga Nana, Roni mau minta restu sama Om untuk bersama Nana , Roni janji tidak akan pernah menyakiti Nana”
aku tersenyum saat itu perasaanku sangat tidak karuan aku sedih dan juga aku bersyukur karena ada seseorang seperti Roni di kehidupanku, setidaknya dia sudah membuat hidupku lebih baik dari sebelumnya,”ayah tenang disana ya, kata Roni, Roni akan selalu jagain Nana.. jadi ayah harus senyum di surga”
akhirnya aku dan Roni kembali ke rumah sakit
 Roni tiba-tiba meminta restu kepada ibu ,”bu ? bolehkah Nana menjadi bagian dari hidu Roni? ” ibu hanya berkata ,”kamu anak yang baik, ibu senang Nana mendapatkan penjaga seperti kamu”
akhirnya kami berdua menjalani hidup dengan bahagia dan sederhana.
 Hmmm yang terjadi dengan An……….
Yah dia telah mendapatkan hukuman yang setimpal bagi kehidupannya yaitu dipenjara seumur hidup, walaupun itu sangat tidak cukup untukku tapi aku percaya Tuhan akan membalasnya lebih dari ini….

TAMAT